Puisi "Jangan Panggil Aku ABK"
Jangan Panggil Aku ABK
ABK itu menyulitkan
ABK itu membuat materi tidak tercapai
ABK itu membuat indikator pencapaian sulit terlampaui
ABK itu tidak diharapkan ada dalam kelas
ABK itu bla bla bla
begitu banyak kata ditujukan pada mereka
mereka memiliki nama
mereka memiliki hati
mereka memiliki jiwa
mereka memiliki rasa
apa bapak ibu guru tidak membayangkan bila itu ada pada putra putri Bapak Ibu Guru?
bagaimana perasaan Bapak Ibu Guru?
apa yang membedakannya dengan mereka?
mereka hanya beda kemampuan berpikir dengan anak‐anak yang lainnya
bukan berarti mereka harus mengganti nama panggilan mereka
dengan sebutan yang bisa membuatnya kehilangan identitas diri
kalau Bapak Ibu Guru bisa membelah dadanya
Bapak Ibu Guru akan menemukan tulisan yang terbentuk dengan rapi
sebuah kalimat permohonan, “Jangan panggil aku ABK!”
(September, 2019)
Shinta Kurniawati, S.S., S.Pd.
Puisi ini juga kren Shinta...tapi sayangnya tata letak kalimatnya kok berantalan begitu...bisa diperbaikikah?
BalasHapussiap Pak/Ibu...akan saya perbaiki...terima kasih atas kunjungan dan masukannya.... ditunggu kunjungan dan komentarnya di postingan selanjutnya ya Pak/Ibu...
Hapus